Kekuatan dan Penghiburan di Masa Sulit

Masa sulit tentu pernah ada dalam kehidupan kita. Bahkan, saat ini bisa jadi salah satu di antara kita sedang ada dalam masa yang sulit. Definisi dan pengalaman tiap orang tentang masa sulit bisa berbeda-beda. Ketika dulu masih bersekolah, masa sulit kita adalah ketika minggu ujian tiba. Ketika bekerja, masa sulit kita adalah ketika beradaptasi, menghadapi masalah, berurusan dengan atasan, dan lain-lain. Semakin dewasa, kita akan hadapi masalah-masalah yang lebih kompleks.

Kita tidak pernah bisa lari atau menghindarkan diri dari masalah. Kita memang akan selalu ada dalam masalah, sebab kita masih manusia dan kita ada di dunia.

Lalu, bagaimana jika masa sulit itu datang? Apa kekuatan dan penghiburan kita?

Tuhan hadir dalam setiap keadaan hidup kita. Tidak pernah ada satu waktu di mana Tuhan tidak hadir dalam kehidupan kita. Musim panas, dingin, semi, dan gugur di dalamnya Tuhan hadir. Setiap musim kehidupan kita, suka dan duka memang bergantian hadir, tetapi satu Pribadi yang tidak pernah tidak hadir adalah Dia. Dia tidak pernah meninggalkan kita. Bahkan, ketika kita di titik terendah dalam hidup, dalam ‘lembah kekelaman’ Dia hadir sehingga kita tidak takut bahaya.

Tuhan mendengar doa kita. Ketika kesulitan datang, hati kita sering kali menjadi lemah. Mulut kita ingin mengeluarkan kata-kata keluhan. Datanglah pada Tuhan, Dia mendengar doa kita. Bahkan, untuk keluhan yang tidak terkatakan, Dia mendengarnya. Masa sulit seringkali menjadi masa yang sulit juga bagi kita untuk datang dengan tenang melalui doa. Kekhawatiran, ketakutan, dan kepanikan seringkali membuat kita gagal untuk tenang dan berdoa. Penghiburan kita adalah Tuhan mendengar doa kita, bahkan di saat kita hanya diam dan menangis di hadapanNya.

Doa kita dalam masa sulit banyak berisi ratapan. Kita perlu belajar untuk meratap dengan benar. Datang kepada Tuhan membawa semua pergumulan dan tetap percaya pada Dia yang telah memberikan nyawaNya bagi kita. Percaya pada Dia yang mengasihi kita lebih daripada kita mengasihi diri sendiri. Dia takkan meninggalkan. Dia takkan menutup telingaNya. Dia takkan melepaskan tanganNya yang menopang kehidupan kita.

Tuhan mengerti dan peduli pada kita. Dia tahu apa yang kita alami bahkan sebelum kita menyampaikan semua keluh kesah kita kepadaNya. Dia tahu apa yang kita butuhkan dan bahkan Dia memelihara kita dalam setiap kesulitan yang kita alami. Dia sungguh mengerti apa yang kita alami. Dia pernah ada di dunia dan merasakan seperti apa rasanya menjadi manusia. Dia pernah kehilangan orang yang dikasihi. Dia pernah dicemooh, dihina, disiksa, dicela, bahkan disalibkan. Dia merasakan semua yang kita rasakan.

Tuhan memeluk kita dalam diam. Kita bisa datang pada Tuhan. Dia peduli dan memeluk kita sekalipun kita terkadang terlalu tuli untuk mendengarNya menenangkan kita. Terkadang kita complain kenapa Tuhan seolah sedang diam, padahal kita yang sedang tuli dan buta. Kita perlu belajar untuk merasakan tanganNya yang merangkul kita dalam diam. Belajar untuk menikmati pelukanNya yang lembut tetapi sungguh menenangkan.

***
Blessed to be Blessings!

--

--

Words can change the world.

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store